Kereta Api Senja Utama Semarang

Senja Utama Semarang merupakan kereta kelas bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta Api dengan relasi Pasar SenenSemarang Tawang. Dinamakan Senja Utama Semarang karena kereta ini berangkat meninggalkan Jakarta ataupun Semarang pada malam hari.

Kereta ini melewati beberapa stasiun besar, antara lain, Stasiun Jatinegara, Stasiun Cirebon, dan Stasiun Pekalongan.

Jadwal Senja Utama Semarang – KA 116 – (Pasar Senen – Semarang Tawang)

Stasiun Waktu Kedatangan Waktu Keberangkatan
Pasar Senen 19.20
Jatinegara 19.30 19.32
Cirebon 22.11 22.38
Tegal 00.07 00.18
Pemalang 00.43 00.48
Pekalongan 01.13 01.18
Weleri 02.24 02.26
Semarang Tawang 03.01

Jadwal Senja Utama Semarang – KA 116 – (Semarang Tawang – Pasar Senen)

Stasiun Waktu Kedatangan Waktu Keberangkatan
Semarang Tawang 20.00
Weleri 20.35 20.37
Pekalongan 21.38 21.43
Pemalang 22.10 22.12
Tegal 22.35 22.40
Brebes 22.53 22.57
Cirebon 00.00 00.05
Bekasi 02.33 02.35
Jatinegara 02.50 02.52
Pasar Senen 03.02

Kereta Api BOGOWONTO

Kereta api Bogowonto adalah rangkaian kereta api ekonomi yang melayani relasi Jakarta Pasar Senen – Kutoarjo. KA Bogowonto diresmikan pertama kali pada hari Jumat, 3 September 2010 dan merupakan KA ekonomi pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara (AC). KA Bogowonto ini berangkat dari Pasarsenen menuju Kutoarjo pada pagi hari pukul 09.10 dan pukul 20.30 dari Kutoarjo menuju Jakarta (Pasarsenen). KA ini memakai rangkaian gerbong pesanan Menteri Perhubungan. Tarifnya normalnya : 1. Rp 75.000,- untuk umum 2. Rp 70.000,- untuk anak 3. Rp 65.000,- untuk lansia 4. Rp 37.500,- untuk anggota TNI/POLRI berseragam.

Sepanjang perjalanan, KA Bogowonto berhenti di Stasiun Kebumen, Stasiun Karanganyar, Stasiun Gombong, Stasiun Kroya, Stasiun Purwokerto, Stasiun Cirebon, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Jatinegara

LIBERALISME

Liberalime adalah kebebasan yang di anut oleh kaum liberal dari Belanda.Di negeri Belanda antara tahun 1850-1860 sering terjadi perdebatan tentang untung ruginya,dan baik buruknya tanam paksa. Golongan yang menyetujui tanam paksa terdiri dari pegawai-pegawai pemerintah ,dan pemegang saham perusahaan Nederlandsche Handel Maatschappy ( NHM ).Sementara itu golongan yang menentang adanya tanam paksa ,yakni yang pertama yaitu para petani Indonesia yang menderita akibat tanam paksa ,yang kedua adalah golongan menengah yang terdiri dari pengusaha dan pedagang swasta .Selain itu juga ada seorang tokoh yang juga menentang adanya tanam paksa yakni Douwes Dekker ( Multatuli ).Golongan ini biasa di sebut Kaum Liberal .

Mereka menghendaki agar Belanda menghapus tanam paksa ,dan agar Belanda  hanya bertindak sebagai pelindung warga ,sehingga pada tahun 1870 dilaksanakan “Politik Pintu Terbuka ( Open door Policy ),dan semenjak periode tahun 1870-1900 disebut Zaman Liberalisme .

Pada waktu itu pemerintahan Belanda di pegang oleh kaum liberal yang kebanyakan terdiri dari pengusaha swasta yang mendapat kesempatan untuk menanam modalnya di Indonesia dengan cara besar-besaran .Pelaksanaan politik kolonial liberal di tandai dengan keluarnya undang-undang Agraria dan Undang-Undang Gula .

CARA MEMBUAT LEM DARI TEPUNG KANJI

Alat & Bahan        :

v Panci

v Tepung Kanji

v Cuka’

v Air

Cara Pembuatan  :

v Masukkan  100 gram kanji ,dan 150 ml air ke dalam panci .

v Panaskan bahan-bahan tersebut menggunakan kompor  dengan api sedang .

v Aduk terus sampai merata hingga agak kental .

v Angkat panci lalu diamkan sejenak .

v Campurkan cuka’ ke dalam panci kira-kira 2 sendok makan ,dan aduk hingga merata .

v Tiriskan sebentar lem tersebut hingga dingin .

Kereta Api Taksaka

Kereta api Taksaka mulai dioperasikan pada tanggal 19 September 1999 untuk melayani koridor Yogyakarta – Jakarta. Perjalanan sejauh 517 km ditempuh dalam waktu kurang dari 8 jam dan hanya berhenti distasiun Kutoarjo, Purwokerto dan Cirebon.

Pada tanggal 17 Oktober 2001 diluncurkan KA Taksaka II yang menawarkan perjalanan siang hari dari Yogyakarta ke Jakarta dan pada malam hari dari arah sebaliknya, sehingga sejak itu terdapat dua alternatif pilihan perjalanan KA Taksaka pada siang dan malam hari dari stasiun Yogyakarta – Gambir atau sebaliknya.

Rangkaian KA Taksaka terdiri atas 8 kereta kelas eksekutif dan memiliki kapasitas sebanyak 416 tempat duduk.
Taksaka merupakan nama lain dari seekor ular besar/naga dalam cerita pewayangan yang baik hati dan pengayom.

Kereta Api Bima

Bima adalah nama kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api di Jawa dengan jurusan Jakarta – Surabaya lewat jalur selatan.

Kereta api Bima pertama kali diluncurkan pada bulan 1 Juni 1967, merupakan awal dari sejarah pengoperasian kereta api dengan fasilitas pengatur suhu ruangan/ Air Conditioner di Indonesia.

Melayani pemerjalan koridor Jakarta – Surabaya dan berjalan menembus birunya malam yang menjadi dasar dari penamaan BIMA (Biru Malam). Selain itu kata Bima dianalogikan pula dengan nama dari salah satu tokoh pewayangan Bima yang memang digambarkan memiliki karakter tubuh tinggi besar, kokoh, kekar, kuat dan pemberani. Sejumlah karakter itu senganja dilekatkan pada KA Bima untuk menggambarkan kehandalan perjalanan dan kualitas pelayanannya yang selalu siap dalam berbagai cuaca.

Diawal pengoperasiannya, KA Bima dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur couchettedan eksterior kereta yang sengaja dicat dengan warna biru. Namun sesuai dengan keinginan dari pelanggan sejak tanggal 9 Juni 1990 KA Bima mengalami perubahan interior menjadi kereta kelas eksekutif dengan tetap dilengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC).

Perjalanan Gambir – Surabaya Gubeng (825 km) melalui Lintas Selatan ditempuh dalam waktu kurang lebih 13 jam dan berhenti di stasiun Cirebon, Purwokerto, Solobalapan, Madiun, Kertosono dan Jombang. Selain itu, banyak penumpang KA Bima yang melanjutkan perjalanan ke Denpasar dengan menggunakan Kereta api Mutiara Timur.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, sejak tanggal 1 Agustus 2002 rangkaian KA Bima sengaja diganti dengan rangkaian kereta api sekelas Argo dengan kapasitas angkut sebanyak 400 orang (membawa rangkaian 8 kereta kelas eksekutif).

DEFINISI LAUT

Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut adalah merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut.

Indonesia memiliki wilayah perairan laut yang sangat luas dan kurang terjaga sehingga mudah mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara tetangga. Untuk landas kontinen negara kita berhak atas segala kekayaan alam yang terdapat di laut sampai dengan kedalaman 200 meter. Batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut zona ekonomi ekslusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis dasar laut.

Laut memiliki banyak fungsi / peran / manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya karena di dalam dan di atas laut terdapat kekayaan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan diantaranya yaitu :

1. Tempat rekreasi dan hiburan
2. Tempat hidup sumber makanan kita
3. Pembangkit listrik tenaga ombak, pasang surut, angin, dsb.
4. Tempat budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laun, dll.
5. Tempat barang tambang berada
6. Salah satu sumber air minum (desalinasi)
7. Sebagai jalur transportasi air
8. Sebagai tempat cadangan air bumi
9. Tempat membuang sampah berbahaya (fungsi buruk)
10. Sebagai objek riset penelitian dan pendidikan